Al Maidah 51 Sejalan dengan Konstitusi UUD 1945

Al Maidah 51 Sejalan dengan Konstitusi UUD 1945

Untuk Anda yang sudah terlebih dahulu membaca tulisan Baru Tahap hafal, Ahok Berani Tegas fitnah Islam tentu telah memahami ada dua kutub pendapat terkait Surat Almaidah 51. Disatu kutub ada ahok cs dan di lainnya adalah kelompok mukmin. 

Ahok Cs mengklaim bahwa orang yang menggunakan Al Maidah 51 adalah orang yang jual-jual agama, pengecut dan Rasis serta menghina Tuhan. Kelompok pendukung juga memperdalam ini dengan mengatakan bahwa Al Maidah 51 telah menghambat orang untuk memiliki kedudukan yang sama. Kelompok ini menganggap Al Maidah tidak lagi sesuai dengan konstitusi. Dimana kalau boleh kita terjemaahkan ada 2 Pasal yaitu pasal 27 dan 28 UUD 1945.

Sedangkan dikelompok orang beriman atau mukmin serta pendukungnya berpendapat bahwa menjalankan perintah Al maidah 51 berarti menjalankan perintah menurut agama. Oleh karenanya hal ini tentu dijamin oleh Pasal 29 UUD 1945. 

Menyikapi perbedaan tafsiran Surat Al maidah 51 ini sahabat afdol melalui hikmah 313 telah menulis bahwa Al Maidah 51 bukanlah ayat SARA atau Rasis lihat tulisan Almaidah 51 adalah ayat keselamatan, toleransi dan Rahmatan Lil Alamin. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa Almaidah berlaku bagi orang-orang beriman bukan umat Islam secara keseluruhan. Demikian juga Al Maidah tidak menyasar pada umat Yahudi dan nashrani secara mutlak, ada alasan dibalik hal tersebut. Bahkan Al maidah 51 secara konteknynya adalah tuntunan untuk memilih pemimpin yang terbaik yang dapat membawa keselamatan dan kebaikan yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu maka dapat ditegaskan bahwa Perintah dalam Surat Almaidah 51 tidak bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) UUD1945 yaitu Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Demikian juga Surat Almaidah 51 juga tidak bertentangan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945 bahwa Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

Dan Justeru orang yang menjalankan perintah Al Maidah 51 dan ayat ayat sejenisnya seperti Al Imran ayat 28 dan An Nisaa’ ayat 144 justeru adalah perwujudan Pasal 29 UUD 1945 yakni

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Hal ini juga senada dengan pendapat dari kwik Kian Gie yang menyatakan bahwa umat islam yang menjalankan perintah agamanya merupakan perwujudan sila pertama pancasila.

Sehingga dapat jelas dan tegas dinyatakan bahwa tidak tepat jika ahok atau cs nya yang katakan Al Maidah sebagai ayat Primordial, Sara, Rasis serta tidak sesuai dengan zaman Indonesia. Demikian juga tidak tepat bila ada yang mengatakan Almaidah 51 bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi.

Al Maidah 51 Justeru memberi panduan bagi mukmin untuk menggapai keselamatan dunia dan akhirat. Walaupun sebagai ayat untuk mencapai keselamatan Akhirat, Almaidah 51 juga mampu memberikan toleransi bagi umat beragama. Dan pada akhirnya Al Maidah 51 mengingatkan kepada kita untuk memilih pemimpin yang terbaik, yang melindungi rakyatnya tanpa pandang latar belakang dan status sosialnya. Al Maidah 51 Lebih menekankan pada amal dan perbuatan yang dapat mengantarkan pada keselamatan Dunia dan akhirat.

Semoga para sahabat Indonesia Berubah dapat melakukan kampanye pilkada atau pemilihan lainnya, kita dapat lebih memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang dapat mengayomi mereka semua dengan adil, Amanah dan bertanggung jawab.

Tulisan terkait :
  1.  Dituduh ayat Rasis, Ternyata Al maidah 51 ayat Toleransi 
  2. Anomali Demokrasi Indonesia 
  3. Al maidah 51 Soko Guru Demokrasi Terbaik 
  4. Al Maidah 51 adalah Ayat Keselamatan, Toleransi dan Rahmatan Lil Alamin 
  5. Al Maidah 51 Sejalan dengan Konstitusi UUD 1945 
  6. Baru Tahap hafal, Ahok Berani Tegas fitnah Islam 
  7. Kumpulan Video SARA dan Rasis menjelang Pilkada DKI Jakarta
Share on Google Plus

About Afdoli ApMsi

Bukan Siapa-siapa, Bisa Jadi Siapa Saja, Untuk Siapa Saja. Simalungun BangKIT (berkemBang dengan Kreatif penuh Inovatif menjadi Terbaik) menuju Indonesia Baru Afdol melalui Cara Indonesia Bangkit dengan Sahabat Indonesia berubah. contact : Sosmed Indonesia afdoli
Komentar facebook
0 Komentar blog

0 komentar :

Posting Komentar